Sensor cahaya ultravioletini berguna untuk mendeteksi intensitas sinar ultra-violet dengan keluaran analog. Sensor ini dapat mendeteksi cahaya ultraviolet dengan panjang gelombang dari 200 nm hingga 370 nm dengan tingkat sensitivitas tinggi.

Catu daya dapat menggunakan rentang tegangan 3V hingga 5 Volt DC dengan konsumsi arus di bawah 0,1 mA (tipikal hanya 60 µA). Modul elektronika ini dapat dioperasikan pada rentang suhu -20°C hingga +85°C.

Keluaran dari modul ini berupa tegangan antara 0 hingga 1 Volt DC, dapat dihubungkan langsung dengan pin analog (ADC / Analog-to-Digital Converter) pada mikrokontroler / Arduino Development BoardAnda. Berikut grafik dari tingkat tegangan keluaran dengan indeks UV:



UV Index di bawah 3 (keluaran analog < 400 mV) dapat dikategorikan aman untuk kebanyakan orang, indeks 3 ~ 5 termasuk resiko kesehatan sedang, 6 atau 7 termasuk resiko kesehatan tinggi, 8~ 10 dikategorikan sangat beresiko (mata dan kulit dapat mengalami kerusakan), indeks 11 dikategorikan sebagai tingkat ekstrem di mana kerusakan jaringan dapat terjadi dalam hitungan menit.

Tentang Sinar Ultraviolet
Sinar ultravioletadalah radiasi gelombang elektromagnetik dengan spektrum cahaya di antara cahaya kasat mata dan X-Rays. Panjang gelombang sinar UV di antara 400 nm hingga 10 nm (lebih pendek dibanding panjang gelombang warna ungu / violet) sehingga tidak kasat mata, walaupun sebagian orang terutama anak-anak masih dapat melihat cahaya dengan panjang gelombang hingga 310 nm. Sinar ini terdapat pada cahaya matahari atau dari sumber cahaya UV seperti lampu merkuri, lampu jemur, dsb. Cahaya ini menyebabkan reaksi kimia tertentu seperti pendaran yang timbul saat mengenai zat fosfor. Paparan UV yang berlebihan (over-exposure) pada manusia dapat menyebabkan kerusakan jaringan, mulai dari kulit terbakar, kanker kulit, hingga deformasi sel.

Sifat UV yang membunuh sel ini digunakan dengan sengaja pada berbagai peralatan seperti sterilisasi udara / air, pemrosesan makanan, pengendalian hama, dsb. Modul sensor ini akan berguna sebagai mekanisme pengawasan dan kendali pada peralatan semacam ini dengan mendeteksi intensitas cahaya UV yang terpapar dan menggunakan umpan baliknya untuk mengendalikan kecerahan lampu UV, atau sebagai pendeteksi kebocoran cahaya UV dari ruang sterilisasi maupun aplikasi-aplikasi lainnya.


Pada demo video di bawah ini, pengukuran ultraviolet dilakukan oleh modul UVM30A ini dengan menggunakan Arduino Uno R3sebagai pemroses data dan LCD 1602 Keypad Shielduntuk menampilkan hasilnya. Klik pada tombol [Tampilkan Video] untuk memainkan klip video. Anda juga dapat menggunakan modul ini sebagai sensor pada wearable device(dikendalikan menggunakan Arduino Lilypad) sebagai alarm saat tingkat radiasi UV sudah membahayakan kesehatan pemakainya.