Platinum resistance thermometers(PRTs) menawarkan akurasi tinggi pada rentang suhu yang luas. Tidak seperti thermocouple biasa, tidak diperlukan kabel khusus untuk menghubungkan sensor tipe ini.

Spesifikasi Sensor Suhu PT100:

Catatan: Umumnya 3-wires RTD menggunakan konfigurasi warna kabel 2 merah dan 1 putih. Pada sensor ini digunakan konigurasi warna 2 putih dan 1 merah. Perbedaannnya hanya terletak di pemilihan warna, prinsip kerjanya 100% sama.

Prinsip Kerja PRT / PT-100
Prinsip operasinya dengan mengukur tingkat hambatan dari elemen platina. Tipe yang paling umum seperti PRT yang dijual di toko komponen elektronika ini adalah tipe PT100yang memiliki nilai resistansi 100Ω pada 0°C dan 138.4Ω pada 100 °C.

Hubungan antara suhu dan nilai hambatan ini dapat dianggap linear pada rentang suhu yang pendek, misalnya untuk rentang antara 0 hingga 100°C, marjin kesalahan pada 50°C hanya sebesar 0.4 °C. Untuk pengukuran yang lebih presisi dapat dilakukan linearisasi hambatan untuk mendapatkan suhu yang akurat, misalnya dengan menerapkan linearisasi berdasarkan International Temperature Standard 90(ITS-90).

Persamaan linearisasi ini dapat dirumuskan sebagai:

Rt= R0* (1 + A*t + B*t2+ C*(t-100)* t3)

dimana:
  • Rt adalah nilai hambatan pada suhu t
  • R0 adalah konstanta hambatan pada suhu 0°C
  • Aadalah konstanta dengan nilai 3.9083x10-3
  • Badalah konstanta dengan nilai -5.775x10-7
  • C= -4.183x10-12untuk suhu di bawah 0°C, atau
    C = 0 untuk suhu di atas 0°C

Untuk sensor PT100 ini, perubahan suhu sebesar 1°C akan menyebabkan perubahan hambatan sebesar 384 mΩ, perubahan ini sangatlah kecil (bila diukur menggunakan rangkaian pembagi tegangan / voltage divider network hanya mengakibatkan perubahan dalam orde milivolt), untuk itu Anda bisa menggunakan IC OpAmp sebagai penguat sinyal. Jarak antar kabel dengan rangkaian pemroses haruslah pendek (bila lebih dari 50 cm gunakan empat kabel, dua untuk pembawa arus pendeteksi dan dua untuk mengukur tegangan jepit antara kedua terminal sensor ini).

Yang juga harus diperhatikan adalah fakta bahwa arus yang mengalir pada sensor ini akan menyebabkan panas (arus sebesar 1 mA melewati sensor dengan nilai hambatan 100Ω akan menimbulkan energi panas sebesar 100 µW). Apabila elemen sensor tidak dapat melepaskan panas, sensor akan melaporkan suhu tinggi semu. Untuk itu pastikan sensor ini dalam memiliki kontak termal yang baik dengan lingkungan yang akan diukur. Juga perhatikan penempatan sensor ini, jauhkan dari kabel listrik, motor listrik, gir saklar, dan peralatan lain yang mungkin melepaskan derau elektris (electrical noise).